Mudahkan, Mentan SYL : Luncurkan Digitalisasi Layanan Karantina

Administrator 04 Maret 2020 182

Bogor -- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menunjukkan pesatnya kemajuan digitalisasi layanan perkarantinaan yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam mendukung ekspor.

Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan kepada seluruh pimpinan unit kerja Karantina Pertanian dari seluruh Indonesia terkait percepatan layanan ekspor pertanian seiring dengan antisipasi kondisi global paska wabah global di Bogor, Selasa (3/3).

“Ini adalah instruksi langsung Bapak Presiden untuk mempercepat layanan ekspor, agar nilai ekspor dapat besar. Untuk itu, sebagai langkah nyata Kementan siapkan model dan solusi secara berkelanjutan dengan digitalisasi layanan,” kata pria yang biasa di sapa SYL ini.

Pada pertemuan kali ini, Mentan juga memperagakan permohonan pemeriksaan karantina pertanian secara online pada aplikasi IQFAST. Dari demo ini terlihat ragam komoditas pertania ekspor sepanjang Januari dan Februari tahun 2020 sebanyak 455 masing-masing asal tumbuhan sebanyak 429, dan hewan sebanyak 26 jenis.

Kementan juga lakukan penerapan e-government dengan instansi terkait di pelabuhan/bandara yang diwujudkan dengan peran serta karantina pertanian dalam implementasi INSW. Barantan telah bergabung dengan INSW sejak 2007 lalu. Dari seluruh UPT yang berjumlah 52 UPT, terdapat 47 UPT yang telah mengimplementasikannya.

SYL secara singkat juga bercerita soal Aplikasi peta potensi komoditas pertanian berorientasi ekspor, atau IMACE yang telah digagas oleh Barantan. Menurutnya aplikasi ini tengah digalakkan ke seluruh provinsi, harapannya aplikasi ini dapat digunakan sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor.

"Pemerintah daerah dapat memanfaatkan peta ini untuk mengembangkan potensi wilayah dan kami pun akan lebih mudah memfasilitasi ekspornya," tegas Mentan.

Kepala Barantan, Ali Jamil yang hadir dan mendampingi Mentan SYL juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan prioritas bagi pelaku usaha agribisnis yang dinilai patuh. Dengan layanan ini, tindakan karantina yang dilakukan guna memastikan hewan, tumbuhan dan produk turunannya yang akan diekspor atau diimpor ini sehat, aman dan telah memenuhi persyaratan standar internasional ini dapat lebih cepat.

 

Layanan 'Jemput Bola'

Guna meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar global, pihaknya telah menyiapkan layanan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari bagi pelaku usaha.

Persyaratan yang harus dipenuhi bagi produk pertanian yang akan diekspor. Selain bertugas untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati, pihaknya selaku otoritas karantina bertugas untuk memastikan produk pertanian yang diekspor dan diimpor, sehat juga aman, jelas Jamil.

Selain itu, layanan inline inspection juga disiapkan Barantan guna mendorong daya saing. Pelaku usaha cukup menginformasikan jadwal pengiriman, maka petugas Karantina Pertanian akan melakukan pemeriksaan di gudang pemilik.

Hal ini dapat memangkas waktu layanan hingga 30%, dan tentunya hal ini dapat berdampak terhadap biaya dan kesegaran produk, sehingga dapat memiliki harga jual yang bersaing di negara mitra dagang jelas Jamil.

Barantan juga terus kembangkan penerapan elektronik sertifikat,e-Cert. Dengan layanan ini dimungkinkan keberterimaan produk ekspor terjamin dengan data sertifikat yang terkirim lebih dahulu sebelum komoditas datang.

Saat yang bersamaan Mentan SYL meluncurkan digitalisasi layanan karantina ekspor dan impor produk pertanian.

"Saya instruksikan jajaran Barantan untuk perkuat pengawasan produk pertanian yang masuk, khususnya di batas negara. Awasi dan pastikan keamanannya. Khusus untuk ekspor pertanian, berikan jalur layanan prioritas, mudahkan. Mereka adalah kawan petani, pahlawan devisa kita," pungkas SYL.

 

Narasumber :

  1. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH - Menteri Pertanian
  2. Ali Jamil, PhD - Kepala Badan Karantina Pertanian