Welcome to Quarantine Q&A, where you can ask questions and receive answers from experts or moderator.
0 votes

Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian. Berdasar pada data Tubuh Pusat Statistik, ada 39, 68 juta masyarakat Indonesia yang bekerja di bidang pertanian. Jumlah itu semakin besar dari bidang-sektor usaha yang lain. Besarnya potensi dibagian pertanian mendorong kemunculan sebagian startup maupun aplikasi yang konsentrasi pada pengembangkan usaha dibagian ini.

Tidak hanya beroleh product bermutu, startup serta aplikasi ini dapat mendukung beberapa pihak berkaitan untuk beroleh info masalah harga product pertanian. Di bagian beda, startup serta aplikasi pertanian ini bisa juga jadi sumber info untuk petani berkenaan langkah bercocok tanam, jalan keluar permasalahan pertanian, dan lain-lain. Startup yang konsentrasi pada bagian pertanian mulai terdiri dari sebagian tipe, diantaranya :

Meski demikian, beberapa aktor startup pertanian menjumpai tantangan yang nyaris sama kala menggerakkan bisnisnya. Apa saja tantangan itu serta bagaimana potensinya? Tersebut penuturannya. Hal semacam ini adalah tantangan yang sering didapati beberapa aktor arti nama startup dibagian pertanian. Menurut Business Development Crowde, Herisiswanto, pihaknya memerlukan saat untuk memberikan keyakinan petani dengan inovasi tehnologi yang mereka bawa.

Saat yang diperlukan untuk memberikan keyakinan beberapa petani ini juga beragam, terkait dari tingkat pengetahuan mereka. Untuk menjawab tantangan ini, Crowde punya program bernama PEJUANG (Petani Juara Andalan Gue), yang mempunyai tujuan menyiapkan petani supaya dapat terima inovasi tehnologi sekalian tingkatkan kwalitas. Diluar itu, program ini punya maksud transformasi petani dari petani buruh jadi Agropreneur.

Nyaris seirama, Johannes Dwi Cahyo Kristanto bertindak sebagai Founder & CTO PanenID menuturkan tantangan paling utama yang dihadapi pihaknya sepanjang th. 2017 yaitu kala berupaya memberikan keyakinan beberapa petani. Lakukan pendekatan ke partner petani, kata Johannes, memerlukan sistem panjang serta maintenance yang cukup berat. “Karena mereka berfikir benar-benar simpel. Tugas kami yaitu bagaimana penuhi harapan mereka, ” tuturnya.

Waktu sistem pendekatan yang dilaksanakan PanenID pada beberapa petani juga beragam. Menurut Johannes, ada yang cukup satu atau dua bln., tetapi ada pula yang memerlukan saat sampai setahun.

Untuk menjawab tantangan itu, Johannes menjelaskan pihaknya senantiasa berupaya merajut sistem kemitraan yang pasti dengan beberapa petani. Seperti melakukan kontrak dengan baik serta penuhi kewajiban-kewajibannya.

asked in Plant Quarantine by (320 points)

Please log in or register to answer this question.

...