Welcome to Quarantine Q&A, where you can ask questions and receive answers from experts or moderator.
0 votes

Pesawat tanpa ada awak (drone) sekarang ini mulai diperkembang untuk bagian pertanian. Kabupaten Purbalingga, Jawa Tenggah jadi satu diantara daerah yang menerapkan tehnologi drone untuk memupuk areal persawahan lewat udara.

" Pemakaian drone untuk pertanian terus terusan ini termasuk juga yang pertama di Indonesia serta Purbalingga jadi satu diantara tempat uji-coba kami, " tutur Bugiakso, Ketua Yayasan Panglima Besar Jenderal Soedirman pada waktu peluncuran tehnologi drone untuk pertanian terus terusan di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga.

Menurut Bugiakso yang cucu menantu Jenderal Soedirman, Purbalingga diambil jadi tempat peluncuran karna adalah tempat kelahiran pahlawan nasional itu. Kesibukan itu adalah kerja dengan Yayasan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan PT Bumi Maringi Mukti sebagai produsen pupuk organik cair yang diterapkan serta Look Heed Wuhan Research Institute Co. Ltd, Hubei, China sebagai penyedia tehnologi drone.

Uji cobalah pemupukan dikerjakan pada areal tanaman padi berusia 35 hari seluas 23, 5 hektare di areal sawah Kelompok Tani Mulyo, Desa Limbasari. Varietas yang ditanam adalah varietas unggul lokal Tegal Gondo serta tipe pupuk yang difungsikan berbentuk pupuk cair biomineral organik ‘Jenderalium’ yang memiliki bahan basic material vulkanis Gunung Merapi.

Ada dalam peluang itu Staf Dewan Pertimbangan Presiden Bagian Ketahanan Pangan Brigjen TNI Affifudin, Co-founder of Lookhed (Wuhan) UAV Research Institute Co. Ltd Wang Ke Zhen, Asisten Ekonomi serta Pembangunan Sekda Purbalingga Sigit Subroto, serta Kepala Dinas Pertanian Lily Purwati.

Bugiakso mengungkap pupuk organik cair difungsikan untuk efisiensi nama anak perempuan serta resikotifitas pemupukan dan ramah lingkungan. Menurutnya, pupuk dengan merk dagang Jenderalium yang telah memperoleh izin Kementerian Pertanian itu telah diuji-coba pusat kajian Jenderalium Research and Botanical Garden di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

" Kandungan mikroba yang baik untuk pembenahan tanah lengkap, ukuran partikelnya juga nano mikron makanya bisa terserap dengan baik oleh tanaman lewat penyemprotan, " tuturnya.

Disamping itu, Wang Ke Zhen beri tambahan tehnologi pemupukan memanfaatkan drone semakin lebih efektif baik dalam soal saat, cost serta tehnis di lapangan. Di Propinsi Hubei, China, tehnologi itu telah digunakan serta berhasil menaikkan produksi padi.

" Kekurangan tenaga kerja yaitu permasalahan di semuanya negara, tehnologi ini jadi satu diantara jawabannya, " tuturnya. Berdasar pada uji-coba, areal persawahan seluas 1 hektare cuma memerlukan saat 16 menit untuk menyemprot pupuk dengan drone. Biaya pemupukan per hektare seandainya memanfaatkan pupuk cair serta drone sebesar Rp 1, 4 juta.

Angka ini diklaim semakin lebih efektif seandainya dibanding dengan pemakaian pupuk padat yang diterapkan dengan manual. Yayasan Jenderal Soedirman memgklaim telah melaksanakan kajian mulai sejak 2008 serta dapat dibuktikan efisien. Pupuk Jenderalium juga telah diterapkan pada tanaman padi, jagung, umbi-umbian, hortikultura buah ataupun sayur, dan tanaman keras tahunan.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyongsong baik hadirnya tehnologi moderen itu. Asisten Perekonomian serta Pembangunan Sekda Purbalingga, Sigit Subroto menyebutkan tehnologi serta inovasi pertanian mutlak dibutuhkan manfaat menaikkan produksi serta produktivitas pertanian.

Petani juga akan jadi lebih ketinggalan seandainya tidak mengetahui tehnologi pertanian yang jadi lebih berkembang. Pemakaian tehnologi drone dalam bagian pertanian diinginkan sanggup menaikkan produksi pertanian, terutama padi. Areal pertanian di Jawa mustahil jadi bertambah, bahkan juga condong menyusut. Oleh karena itu untuk menaikkan produksi, jalan hanya satu diperlukan aplikasi tehnologi, " kata Sigit.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga Lily Purwati menginginkan tehnologi ini dapat diterapkan dengan luas di Purbalingga. Cuma saja, perlengkapan drone yang diperlukan masih tetap termasuk mahal, diluar itu juga terhalang penguasaan tehnologi.

asked in Plant Quarantine by (320 points)

Please log in or register to answer this question.

...